fpatrycia

Panggilan Hidup

Dalam Curhat di Februari 17, 2012 pada 2:01 pm

Duluuuu banget, aku pikir yang namanya ‘panggilan’ itu cuma kalau jadi pastor/suster. Hahaha.

Nah, pas SMA, aku pernah ikut retret panggilan dan di situ diterangkan bahwa semua orang dipanggil untuk hidup suci, tidak hanya dengan menjadi pastor/ suster. Namun, mungkin kapasitas otak dan hati masih terlalu muda (kayaknya waktu itu kelas 1 SMA deh), saat itu tidak menyadari bahwa pernikahan pun adalah sebuah panggilan hidup. Saat itu baru kategori apa yang bisa terhitung panggilan bertambah satu, yaitu ‘kaum awam yang hidup selibat’.

Seiring dengan pembicaraan dengan pastor, suster, dan orang-orang lain yang lebih memahami kitab suci dan ajaran gereja, akhirnya semakin jelaslah bahwa kehidupan pernikahan pun adalah sebuah panggilan hidup.

Nah, masalahnya, agak susah menjelaskan hal ‘beginian’ ke orang lain. Waktu itu aku telepon mama, terus bilang, “Ya sekarang intinya aku nanya sama Tuhan, panggilan hidupku ke mana. Apakah ke kaum religius, atau kaum awam yang hidup selibat untuk melayani Tuhan, atau married?” Si mama jawab, “lho kok doanya begitu?” Si mama ngajarinnya sekarang, kalau lagi suka cowok, jangan malu diomongin ke Tuhan, minta dikasih tanda, jodoh atau bukan. Hehehe (ya yang ini dalam hati didoain juga sih :P ) Jadi ya sudahlah, masalah panggilan hidup ini sementara aku simpan dalam hati dulu. Pelan-pelan didoakan dan nanti pasti Tuhan nunjukkin jalan-Nya ke mana. Cuma ya, kalau ngomongin masalah cowok ke mama, si mama suka bilang, “Kayaknya kamu belom berdoa deh, Nda, tentang hal ini.” HAHAHAHA.

Kalau dipikir-pikir, indah banget ya jalan Tuhan. Kalau dengar cerita-cerita orang, bahkan yang punya pacar sekian tahun aja bisa dipanggil jadi pastor lah, jadi suster, atau hidup selibat sebagai kaum awam dengan bergabung komunitas tertentu, jadi benar-benar enggak ada yang pasti di dunia ini. Biarpun secara natural dari hati inginnya berkeluarga, tapi ya kalau namanya panggilan hidup ya gimana ya. Cuma masalahnya, sekarang kehidupan doaku aja masih amburadul, hahaha. Makanya mataku masih berkabut. Hahaha

  1. mama mama semuanya sama ya…hehehehe

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.